082125782316 konservasikembarterpadu@gmail.com
Tiga Jenis Rumput Penjaga Pesisir

Tiga Jenis Rumput Penjaga Pesisir

TAMBAKMULYO, PURING — Di kawasan Pantai Kembar Terpadu, penataan ruang hijau dilakukan dengan pendekatan ekologis yang terencana. Bukan hanya jalur cemara, trek kuda, atau area aktivitas wisata yang mendapatkan perhatian. Tepian pantainya dibiarkan ditumbuhi berbagai rumput pesisir yang kerap dikira tanaman liar tanpa fungsi.

Padahal, vegetasi kecil inilah yang berperan sebagai “penjaga tak terlihat” yang menahan pasir dari tergerus ombak dan angin laut. Di tengah meningkatnya risiko abrasi di berbagai kawasan pesisir Indonesia, kehadiran rumput-rumput ini menjadi bagian penting dari strategi alami perlindungan kawasan Pantai Kembar Kebumen.

Berikut tiga jenis rumput pesisir yang menjadi komponen penting dalam Konservasi Kembar Terpadu

1. Klorak (Ipomoea pes-caprae)


Klorak atau yang dikenal sebagai katang-katang merupakan tanaman menjalar dari famili Convolvulaceae yang mampu tumbuh hingga panjang 30 meter. Batangnya yang lentur dan bercabang membentuk anyaman alami yang menahan pasir agar tidak mudah berpindah.
Di Pantai Kembar Terpadu, tumbuhan ini dipertahankan sebagai garis pertahanan pertama terhadap abrasi. Akar serabutnya yang kuat menstabilkan struktur pasir, sementara daun dan bunganya memberi sentuhan alami pada lanskap pantai.

2. Kerandan (Canavalia maritima)

Kerandan atau kacang pantai kerap disamakan bentuknya dengan klorak. Manfaat ekologisnya pun serupa mengikat pasir, menahan angin, serta memperkaya substrat pantai.

Keistimewaan tanaman ini tidak hanya pada kemampuannya melindungi pesisir. Bunga kerandan ternyata dapat dikonsumsi dan mengandung serat tinggi serta vitamin B kompleks, seperti asam folat, niasin (B3), tiamin (B1), piridoksin (B6), dan riboflavin (B2). Kehadirannya semakin menegaskan bahwa ekosistem pesisir menyimpan potensi pangan yang jarang diketahui.

3. Rumput Lari-lari (Spinifex littoreus)

Masyarakat Kembar Terpadu menyebutnya jantran, namun dikenal secara ilmiah sebagai Spinifex littoreus. Ketika tertiup angin, rumpunnya yang bulat tampak “berlari”, sehingga muncullah sebutan rumput lari-lari.

Terlepas dari kesan unik tersebut, rumput ini sangat penting bagi stabilitas pantai. Ia mampu bertahan pada tanah berpasir yang miskin unsur hara dan memiliki kadar garam tinggi. Akarnya menancap kuat, menyatukan butiran pasir, sekaligus mengurangi risiko abrasi. Di beberapa daerah, termasuk Pantai Kembar Kebumen, rumput ini bahkan menjadi bagian dari permainan tradisional anak-anak nelayan.

Keberadaan tiga jenis vegetasi liar ini menunjukkan bahwa alam memiliki mekanisme pertahanannya sendiri. Klorak, kerandan, dan rumput lari-lari bekerja tanpa henti menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat garis pantai, dan memelihara kehidupan di kawasan pesisir.

Upaya mempertahankan vegetasi kecil di Pantai Kembar Terpadu bukan sekadar bagian dari estetika ruang hijau. Itu merupakan bentuk kepedulian terhadap konservasi berkelanjutan, bahwa pelestarian tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Terkadang, cukup dari menjaga rumput liar yang sering diabaikan, tetapi sesungguhnya memegang peranan penting bagi masa depan ekosistem pantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *