082125782316 konservasikembarterpadu@gmail.com
Pengelolaan Sampah Pantai Kembar Terpadu Butuh Dukungan Negara

Pengelolaan Sampah Pantai Kembar Terpadu Butuh Dukungan Negara

Pantai Kembar Terpadu, Kebumen — Pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama di kawasan Pantai Kembar Terpadu, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Selain dikenal sebagai pusat konservasi penyu, kawasan ini juga menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan sampah pesisir, akibat tingginya sampah yang masuk dari berbagai sumber.

Menurut pengelola, sampah yang dikumpulkan setiap hari berasal dari pengunjung, aktivitas warung dan pelaku usaha lokal, serta sampah kiriman dari laut. Dengan panjang pantai mencapai lebih dari 700 meter, penanganan sampah menjadi pekerjaan rutin yang membutuhkan tenaga dan sistem kerja yang konsisten.

“Bidang persampahan bertanggung jawab menjaga kebersihan kawasan dengan tim tujuh orang, dan empat di antaranya setiap hari bertugas di lapangan,” ujar Jarwo, Ketua Bidang Persampahan Pantai Kembar Terpadu, saat ditemui di lokasi.

Pengelolaan Sederhana, Tetap Berorientasi Daur Ulang

Setiap hari, tim persampahan melakukan pemungutan, pemilahan, dan penyaluran sampah ke TPS Jaburan Pantai Kembar. Sampah terbagi menjadi dua jenis utama: organik (sayuran, tempe, tempurung kelapa) dan anorganik (botol minuman, plastik kemasan, dan material non-biologis lainnya).

Beberapa sampah organik diolah menjadi pupuk dan dimanfaatkan untuk bahan produksi nirah kelapa, sedangkan anorganik yang bernilai jual dikumpulkan dan dijual kembali kepada pengepul sebagai bagian dari daur ulang sederhana.

“Kami mengolah sebisa kami, sesuai kemampuan yang ada. Yang penting sampah tidak lagi menumpuk di pantai dan masyarakat melihat pentingnya pengelolaan yang benar,” kata Jarwo.

Harapan Pengembangan Sistem Daur Ulang Berkelanjutan

Selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga menjadi sarana edukasi bagi warga dan wisatawan terkait pentingnya pariwisata berbasis konservasi. Namun keterbatasan anggaran membuat upaya inovasi daur ulang belum dapat berkembang maksimal.

“Harapan kami, ke depan pengelolaan sampah bisa menghasilkan produk ramah lingkungan seperti pupuk skala besar, batako daur ulang, atau produk daur ulang lain yang memberikan manfaat ekonomi,” lanjutnya.

Tim persampahan berharap kolaborasi dari pemerintah, akademisi, investor, dan lembaga sosial dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah dan memperluas dampaknya ke wilayah Desa Tambakmulyo.

Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar

Upaya pengelolaan sampah di Pantai Kembar Terpadu menjadi bagian penting dari penerapan pariwisata berkelanjutan dan perlindungan ekosistem pesisir. Bagai pengelola, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan kehidupan masyarakat pesisir.

Dengan dukungan dan kolaborasi yang lebih luas, Pantai Kembar Terpadu ingin menjadi contoh bahwa destinasi konservasi tidak hanya melindungi penyu dan habitatnya, tetapi juga membangun kesadaran, kemandirian, dan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Kosnervasi kembar terpadu
Konservasi Kembar Terpadu  adalah organisasi yang berada dibawah badan hukum Kelompok Tani Ngudi Mulyo yang berfokus pada kegiatan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat

Copyright © 2025 konservasipantaikembartepradutambakmulyo