082125782316 konservasikembarterpadu@gmail.com
5 dari 7 Jenis Penyu Dunia Pernah Mendarat di Pantai Kembar Terpadu

5 dari 7 Jenis Penyu Dunia Pernah Mendarat di Pantai Kembar Terpadu

Konservasi Pantai Kembar Terpadu tidak hanya menjadi tempat kunjungan edukasi, tetapi juga menjadi rumah sementara bagi berbagai jenis penyu laut. Dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia dan enam di Indonesia, lima diantaranya pernah terdeteksi di kawasan Pantai Kembar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya wilayah pesisir Kebumen sebagai habitat alami dan jalur migrasi bagi penyu-penyu yang langka dan dilindungi.
Berdasarkan catatan kami, kelima jenis penyu tersebut meliputi Penyu Belimbing yang terakhir mendarat pada tahun 2002 dengan perkiraan berat mencapai 1,5 kuintal, Penyu Hijau yang sarangnya ditemukan pada tahun 2021, Penyu Sisik pertama kali terlihat menetas di tahun 2021, serta Penyu Tempayan dan Penyu Lekang. Dari kelima jenis tersebut, tiga di antaranya kini aktif dikonservasi di kawasan Pantai Kembar Terpadu, yaitu Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang.
Dari ketiganya, Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) menjadi jenis yang paling sering ditemukan di wilayah pesisir Kebumen. Penyu ini juga menjadi titik awal berdirinya Konservasi Penyu Kembar Terpadu pada tahun 2020. Karena memang kondisi pesisir kebumen yang menjadi lokasi ideal bagi Penyu Lekang untuk bertelur. Sehingga sebagian besar kegiatan konservasi dan edukasi di Konservasi Kembar Terpadu berfokus pada upaya pelestarian dan perlindungan mulai dari penetasan telur, pelepasan tukik, hingga penyuluhan kepada masyarakat dan pelajar.
Upaya pelestarian ini bukan hanya tentang menjaga satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan seluruh ekosistem laut. Setiap penyu yang berhasil menetas dan kembali ke laut membawa harapan baru bagi keberlanjutan kehidupan di pesisir selatan. Melalui konservasi yang dilakukan bersama masyarakat, Konservasi Kembar Terpadu terus berkomitmen menjadi ruang belajar sekaligus rumah yang aman bagi penyu-penyu yang masih setia kembali ke pasir tempat mereka dilahirkan.